Evi? Bokepindo aku cari kemana-mana tidak ada satu kamarpun yang berisi makhluk cantik bernama Evi. Karena posisi kursinya menghadap samping dan berhadap-hadapan maka aku putuskan untuk menghadap ke depan dan duduk di belakangku dalah Tia.Sedangkan Evi duduk di seberang bangku. Sesekali Evi memegang erat tanganku sambil membimbing tanganku menyentuh payudaranya. Ada apakah ini, Tuhan?Hari itu hujan cukup deras mengguyur kota Cirebon, hingga akhirnya di kantor hanya tersisa aku, Evi dan satu teman lagi. Dan kejadian itu tanpa sepengetahuan Tia. aku hanya mengikuti setiap gerakan Evi tanpa perlawanan dan tanpa balasan. tiba-tiba Evi membawakan sebuah lagu. Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. Tanpa bermaksud untuk membuatnya kaget, aku langsung duduk di samping Evi. Meskipun suaranya engga bagus-bagus amat, tapi cukup menghibur lah apalagi




















