Badanku semakin kurus. Mungkin dia kasihan melihat aku masih on berat dan tidak tega membiarkan aku sendirian di rumah. Bokep Dan tak lupa aku mendoakan dia.Kini Bastian tidak akan mau memandangku lagi. Lagipula ini masih jam 3 pagi.Setelah setengah jam kami putar-putar kota, akhirnya kami sampai di daerah sekitar rumah Rangga. Aku bingung apa yang kucari. Kalau tahu, aku sudah dari dulu mau making love sama kamu!” kataku parau.Mendengar perkataanku, sesaat Rangga hanya memandangku tanpa ekspresi. Aku memeluk Rangga sekuat tenaga dengan napas terputus-putus. Aku memejamkan mata berdebar-debar menunggu Rangga memulai aksinya.Rangga menciumi sisi luar kemaluanku dengan perlahan. Setiap malam menjelang tidur, aku melihat-lihat foto kami berdua. Orang tuaku sayang padaku. Rangga memang hebat. Dia terus mengajakku bicara dan bercerita kalau dia bangun kesiangan sehingga terlambat kerja. Dia begitu dewasa.




















