Lalu kembali kulumat bibirnya dan perlahan tapi pasti, kembali kutekan penisku ke dalam liang kewanitaannya, tapi Shela tidak kuberi kesempatan untuk berkata-kata karena mulutnya kusumpal dengan mulutku dan penisku makin kutekankan ke dalam vaginanya serta kulihat mata Shela menutup rapat-rapat seperti menahan sakit.Karena penisku belum juga menembus vaginanya, lalu sedikit kuangkat pantatku dan kembali kutusukkan ke dalam vagina Shela dan, “Bleeesss”, terasa penisku sepertinya sudah menembus vagina Shela dan, “aahh…, sakiiit…, ooom….”, kudengar suara Shela sambil seperti menahan rasa sakit dan berusaha menarik pantatku. Bokepindohijab Sambil turun dari mobil, Shela masih sempat bertanya, “Oom, besok pagi saya boleh ikut lagi.., nggak Oom, lumayan Oom, bisa naik mobil bagus ke sekolah dan sekalian menghemat ongkos.., boleh yaa..




















