Ia coba berkali kali namun ternyata telepon itu mati.“maaf , pak..teleponnya….” Devi tak dapat meneruskan kata katanya, orang orang yg mengejarnya kini sudah ada disana.“thanks bro…..kamu emang paling top..” kata si jenggot sambil meberi sejumlah uang pada satpam itu“hehehe..selamat menikmati,..boss” kata satpam itu lalu keluar.Devi sadar ia kini justru terjebak di sarang penyamun. diam diam Devi mulai menikmati apa yg dilakukan si gendut.“hahaha..dasar..model perek……keenakan kamu ya…hahahaha…”Devi tak menjawab , sebuah sensasi kehangatan menyebar di bagian sensisitifnya.“sekarang…saatnya berkenalan sama adik aku..hehehehe..” kata si gendut sambil melepaskan seluruh pakaiannya, kontolnya terlihat besar dan menakutkan di mata Devi.Dengan ketakutan , Devi meronta ronta , namun posisinya tak menolongnya. Bokepindohijab suatu perjuangan berat bagi Devi karena ia tak terbiasa berjalan di tengah hutan jauh dari dunia gemerlapnya apalagi pakaiannya sangat tidak mendukung sekali.Pagi yg sejuk segera berubah




















