Dengan pandangan benci aku menatap pak Edy. Bokepindohijab Kedua tangannya meraih sepasang payudaraku ini, dan ia meremas payudaraku dengan sepuas puasnya. Aku langsung membuka mataku lebar lebar, dan jantungku serasa berhenti. Risih sekali rasanya dipandangi seperti ini, seakan aku sedang ditelanjangi dan ditaksir berapa nilai tubuhku ini. Aku hanya bisa berharap, nasib sialku hari ini cepat berlalu. Demikian juga dengan Pandu dan Dedi juga sudah mengenakan celana mereka semua. Tapi aku mencoba berpura pura terpengaruh, dan aku sengaja menggigit bibirku.“Oh… enak ya Eliza”, ejek pak Edy dengan percaya diri. Aku langsung lemas dan pasrah, kubiarkan guru bejat ini menikmati diriku.Tak lama kemudian baju seragam sekolahku sudah tergeletak di lantai, demikian juga bra dan ikat rambutku.




















