Selesai membayar, aku membawa nampanku mencari tempat duduk yang kosong. “Anaknya? Bokep indo hijab Rumahnya besar ya mas”. “Iya jablay ”.Dia si jablay menanggapi obrolanku dengan santai juga, kadang tanganku mengelus pahanya. Makan cepat saji yang paling gampang dicari adalah ayam goreng. Toketnya yang sudah keras sekali terus saja kuremas2, demikian juga pentilnya. “Sambil lalu ja mas, debat cawapres juga ngikuti sambil lalu”.“Terus komentar kamu?” “Sayangnya Capres 3 gak berkolaborasi dengan cawapres 1, kalo gak kan setanding dengan calon ke 2 dan pilpresnya bisa 1 putaran kan”. Dia tersenyum manis. “Enak Mas..” katanya dan sedikit demi sedikit aku meneroboskan kontolku ke memekknya yang sempit.




















