Aku bertemu kembali dengannya tapi bukan di kampus seperti saat itu. “Tumben nih cafetari rame, sampai nggak ada satupun meja kosong” Kata Dina menambahkan. Bokepindo “Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. Tangannya halus banget saat aku menggenggamnya lembut, apalagi di lengannya di tumbuhi bulu-bulu halus yang sangat kontras dengan warna kulitnya yang mulus.Dari jarak yang lumayan dekat aku bisa menikmati pesona kecantikan Ananda yang begitu menawan, Ananda mempunyai rambut yang cukup tebal dan hitam yang panjangnya di bawah bahunya sedikit. “Baiklah kalau menurut kamu begitu” jawab Ananda kemudian. Taxi yang kita tumpangi melintasi sebuah jalan yang lampu penerang jalannya agak redup. Di tengah asyiknya aku menikmati makanan, tiba-tiba telah berdiri temanku yang bernama Dina dan seorang yang telah membuatku terpaku sebelumnya.




















