Aku tidak begitu mempedulikan semua itu.Sentot begitu nama penjagaku selain pak Marto Tua yang hobinya tidur.“Tot, kamu segede ini pernah coli gak?”Kumulai percakapan ke arah yang tepat.“Apa itu mas?”Kuperkirakan awalnya awal duapuluhan atau mungkin belum sampai dua puluh. Bokep indo Kujawab pula dengan jawaban yang sama. Sinar yang menerobos masih cukup untuk menerangi, sekedar tahu ada orang atau tembok.Udara dingin sekarang lebih terasa saat kubuka helm yang melindungi kepalaku. Kebetulan hanya 3 orang termasuk aku yang harus dijaga.“Coli itu begini loh…” kataku memperagakan dengan telunjuk jari kiri yang kuselubungi tangan kanan lalu kumajumundurkan.“Begini mas?” lalu dia meletakkan tombak dan menirukan.Memang ****** si Sentot ini.“Bukan begitu, cah pinter… tapi yang dikocok kontolmu”“Mana bisa mas, kan lemes begitu…..?”“Sini dekat sini….”Sentot mendekat ke kerangkeng yang mengurungku.




















