Tiba-tiba aku menjadi sangat tertarik dengan Felicia. “Jangan.. Bokep Felicia menggelinjang geli. Kemudian tangannya menepis halus tanganku. Gak usah terkejut. Mengambil handuk dan mengeringkan tubuh kami berdua. Aku berusaha keras membuatnya merasakan kenikmatan. Tanganku merain kaosnya dan membukanya. Cukup sulit bercinta di kamar mandi. Yang jelas aku terus berusaha mendapatkannya. Bagaimana?”
“Okay.. Mataku terus menatap matanya sambil sesekali aku tersenyum. Kamu berhasil memuaskanku..”
Pujian yang tulus. Aku tidak mendengar suara pintu kamar dikunci. Bibir kami saling memagut. Aku ditolak.“Katanya mau ke kamar mandi?” tanyannya sambil tersenyum. Wah.. Srr.. Aku menuliskan request laguku dan memberikannya melalui pelayan cafe tersebut. Justru aku yang gugup melihat pemandangan indah di depanku. Aku tertawa.“Sorry.. Aku tidak jadi ke kamar mandi malah memainkan keyboardnya.




















