Suamiku nampak marah dan melongokkan badannya keluar jendela. Pikiranku berkecamuk tidak karuan. Bokep hijab Bahkan kadang-kadang Indun menginap di situ, karena kalau malam, gazebo itu diberi penutup oleh suamiku, sehingga tidak terasa dingin.Pada suatu malam, aku dan suamiku sedang bermesraan di kamar kami. Aku tidak berani bertanya pada suamiku. Hamil kali ini betul-betul beda dengan kehamilanku sebelumnya, yang biasanya pakai ngidam gak karuan.Hamil kali ini justru aku merasa sangat santai dan bernafsu birahi tinggi. Agak lama suamiku membiarkanku menangis. “Napa, say?” tanyanya heran. Agak kesal juga aku lihat respon mas Prasojo. Segala macam gaya berhubungan badan kami lakukan. Udah gak menolonng malah mentertawakan anak ingusan itu. Lalu dia menjawab singkat’
“besok kita ke dokter Merlin”. Dengan gugup, Indun juga menaikkan celananya dan duduk ketakutan di rerumputan. Suamiku malah ketawa-ketawa sambil berdiri di belakangku.




















