Oh, Han Han suka sekali melihatnya. Bokep indo “Kau benar-benar mau mandi?” Tanya Han Han saat melihat gadis itu melepaskan kutang putih tipis yang menutupi sepasang dada montok putih mulus itu. Putih seperti benang-benang perak, seperti rambut seorang kakek berusia seratus tahun! “Hhmm.. Tentu kita akan terlibat dan terseret lagi dalam urusan kerajaan, politik dan perang! Ke utara pun boleh, akan tetapi dengan janji bahwa kita berdua tidak akan mengikatkan diri dengan urusan negara!”
Sepasang alis itu berkerut, sepasang mata itu bersinar merah dan Han Han terkejut, maklum bahwa datangnya badai yang lain lagi daripada badai asmara yang memabukkan. Pukulan batin yang dideritanya sekali ini terlalu berat baginya. Ukurannya memang tidak memalukan. Setelah berulang kali menarik napas panjang sampai terdengar nyata, Nirahai berkata, “Sudah kukhawatirkan akan menjadi begini….!











