“Ada apa sih, mbak?” tanyaku heran. Bokepindo Non juga ndak usah malu. “Ndak apa-apa non. “Mamang mau ngapainn sichh., mbakkk?”tanyaku malu. “Arggg!! Aku tak boleh melampaui batas. Monicaa ngantukk…”jawabku lirih diantara rasa nikmat akibat gerakan mang Narko dan rasa kantuk
“Kang..sudah dulu. Mang Narko juga ikut merayap naik. Hi hi hi” ujarnya sambil memperdengarkan tawa khas-nya.Aku justru bertambah bingung namunaku tak tahu harus berkata apa-apa lagi saat ia ‘mengangkat kopernya.“Nah Non, mbak pamit dulu sekarang. Di awal tadi kita sudah sepakat dan kakang juga sudah berjanjin dak bakal merusak ‘segel’-nya si non sebab walau bagaimanapun dia itu putri majikan kita. Dan lelaki yg beruntung itu kebetulan adalah mang Narko, yg berstatus hanya sebagai sopir keluargaku, suaminya mbak Siti.Seorang pria tua, berkulit hitam legam, bertubuh pendek dan kerempeng. Biarkan saja orang mau bertamu.




















