Kehidupanku yang gelamor dan banyak uang, seakan memuluskan jalan untuk berbuat seenaknya.Dari mulai minum-minum di beberapa cafe ataupun bar, menghisap ‘gele’ sampai ‘putaw’. Bokepindo Gila, betapa terkejutnya aku mendapat jawaban itu.Namun aku berusaha mengendalikan kegundahanku, aku tidak perduli dengan perasaanku, toh aku mendapat imbalan jasa yang sangat besar dari mereka saat menjadi gigolo pemuas nafsu. Jadi aku dijadikan komoditi arisan seks oleh mereka yang terdiri dari istri pengusaha dan pejabat. Petang itu, aku datang bersama Tony yang lebih dulu akrab dengan Tante Mia. Namun aku memiliki langganan yang mengaku sangat terkesan dengan pelayananku.Dia seorang dokter di Jakarta. Dia pun meyakinkanku bahwa Tony tidak akan kembali ke cafe lagi.Dapat ditebak apa yang akan terjadi, jika lelaki normal yang telah dewasa berduaan di dalam kamar bersama wanita cantik dan matang, yang ada tentu kobaran nafsu




















