Ibu mertuaku memelukku dengan kencang tapi lembut. mmh, heh..” suara Ibu mertuaku menjawabku.Gerakan kepala Ibu mertuaku masih pelan dan teratur. Bokepindo Cuma sebentar aku masuk kamar, berganti pakaian kerja dan segera berangkat.Hari ini aku pulang cepat, di kantor juga nggak ada lagi kerjaan yang aku harus kerjakan. Aku kaget dan kesentak tanganku, ternyata tangan Ibu mertuaku yang merabanya, aku pikir temennya tikus tadi. “Cuma apa, ayo.. Kamu mau lagi?” canda Ibu mertuaku.Tanpa banyak cerita kumulai lagi gerakan-gerakan panas, kuangkat Ibu mertuaku dan aku menidurkan sambil menciumnya kembali. “Ayo sini.. Kutambah kecepatan gerakanku pelan-pelan, masuk keluar dan makin kepeluk Ibu mertuaku dengan dekapan dan ciuman di tengkuk lehernya.“Ah.. Aku terus saja bercerita, Ibu mertuaku terus menyabuni aku sampai ke pelosok-pelosok tubuhku. Kupegang kepala Ibu mertuaku yang bergerak naik turun.Bibirnya benar-benar lembut, gerakan kulumannya begitu




















