Dua kali kuacuhkan akhirnya sms pun masuk, ‘GUE TIDAK PEDULI’. Bokepindo “Jangan mas…”, pintaku, namun mereka tidak menghiraukan. Langkah lemahku terus ku paksakan hingga gerbang rumah. Badanku masih capek, kepalaku sedikit pusing, dengan perlahan aku berjalan ke arah kamar itu.‘TOK TOK TOK’ aku mengetuk pintu. Aku sedikit menangis karena kondisi tubuhku yang panas ini harus diperlakukan begini. “Loh, tanganmu kok panas?”, tanya pria yang memegangi tanganku itu. Dokter itu geleng-geleng dan menjawab, “Aku seorang dokter, aku menyembuhkan yang sakit, bukan membunuhnya”, jawabnya. “Ah, tidak, cuma sedikit mengoral saja, aku tidak melakukan apapun terhadapmu”, katanya. Namun perutku sudah kosong, muntahanku pun menyakitkan sekali, perutku sakit memaksakan aku harus muntah lagi.




















