“Okay….okay”kataku akhirnya.Semuanya menunggu mulutku bicara. “Okay deh, gue semalem lagi di kamar Alladin ngeliat cara dia menganalis, pertamanya sih. Bokep indo hijab Eh, Windy yg ditegor duluan. sorry…..”
“Kenapa?”
“Kok kita jadi begini…..”
“Kamu nyesel?”
“Sama sekali engga”sahutku cepat.”Cuma khawatir kamu yg nyesel….”
“Udah terjadi…..”katanya lagi.Beberapa menit lalu kami masih teman. Tadinya dia malu mau masuk kamar, engga enak ama kalian, katanya. Sekali lagi kalau mataku tak salah lihat. “Jangan…..”seruku spontan, dan khawatir. Dua anak muda ini memang kompak selalu. (apanya yg wow?)“Umur panjang elo Ndy”kata Dewa. dudul ah elo. Terang aja, waktu dia ke kamar kecil kan kita bisa pelorotkan celana kita. Para penghuni biasa menyingkat nama “Abang Kost” (lazimnya sih Ibu Kost, kalau pemiliknya perempuan) ini menjadi KeRu, atau cukup “Kru” saja.Aku perkenalkan dulu ya satu-persatu para penghuni rumah kost ini.




















