“Chie…” erangku tertahan, mataku terpejam. aku mau keluar..”
“Di dalam, Ray..”
“Jangan!”
Chie mempererat rangkulan kaki-kakinya di pinggulku, mengangkat pinggulnya dan menekannya kuat-kuat, batang kemaluanku sekejap nyeri merasakan tekanan itu, dan tanpa bisa kutahan lagi, kepalaku terangkat dan spermaku tersembur keluar. Video bokep Merasakan kehangatan air matanya yang membasahi dadaku. “Sentuh aku, Ray!” desahnya di dadaku. Dari sudut mataku, kulihat gadis itu meringkuk di jok belakang. “Ray tahu.”
Chie menangis dalam pelukanku, membuatku sejenak mengingat ayahku sendiri yang selalu berkutat dalam pertempurannya dengan idealisme yang kumiliki. Yang lebih suka minum es dengan murahan daripada minuman-minuman mahal yang tersedia di kafe-kafe. Membuatku salah tingkah dengan kegelianku sendiri. Gadis yang satu ini sangat unik. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga.




















