Aku tak kuasa untuk menahan diri.“Nggghh…!”, mulutku mulai meracau. Paha kiriku diangkatnya dan disangkutkan ke pundaknya. Bokepindohijab Berutung kali ini, aku bisa memaksanya menandatangani berkas ujian susulanku.“Masih ada mata kuliah Pengantar Berorganisasi dan Kepemimpinan”, katanya sambil membubuhkan nilai A di berkas ujianku.“Selama bapak masih bisa memberiku nilai A”, kataku pendek.“Segeralah mendaftar, kuliah akan dimulai minggu depan!”.“Terima kasih pak!” kataku sambil tak lupa memberikan senyum semanis mungkin.“Winda!” teriakan seseorang mengejutkan lamunanku. Aku tak bisa berbuat apa-apa, selain dengan cepat mencoba menelan semua yang ada supaya tidak terlalu terasa di dalam mulutku. Lalu ia menarik G-string, kain terakhir yang menutupi tubuhku dan dibuangnya ke lantai. Demikian juga tempok ruang tengah.




















