“Hanya maaf?” Jay tertawa. Dan kubiarkan Jay larut dalam lamunannya. Bokep hijab Bule? Dan itulah yang membuatku tertawa. “Chie, jangan!”
Chie mendesah. Chie menerima Jay menjadi kekasihnya, dan itu membuatnya menipu perasaannya sendiri. Hahahaha…”
Tapi Chie hanya terdiam, memeluk kedua lututnya. Namun kata-kata “bule” itu menambah emosi yang memang sudah terpancing sebelumnya. Menemuiku dan meminta maaf?”
Kutatap mata Jay, mencoba menyelami perasaannya, sama seperti dulu. “Ray…” kudengar gadis itu meratap terisak dalam dekapanku. Kalau kamu?” Chie menghela nafasnya. Jay, kembaranku. Saat itu aku sedang melakukan pendekatan dengan Chie. “Ray! Dan itulah Jay, kembaranku, sobat terbaikku.Surabaya, awal Agustus 1999“Chie…”
Kurasakan nafas Chie yang memburu saat mulutnya melumat bibirku dan jemarinya membuka kancing-kancing bajuku. “Sial lu, Jay.”
Jay tertawa, mengambil tempat di kursi di depanku, menatapku lekat dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.




















