Jam biasanya mbak Ratih memang bersiap pulang menunggu jemputan.“Kopinya dimeja ya mas … Oya besok apakah saya masih boleh datang mas?” tanyanya.“Iya makasih mbak… tentu boleh donk mbak…tapi sebentar mbak…” kataku. Bokepindohijab Perlahan kulepaskan gengaman tangannya dan mengambil posisi memeluknya. Kutindih badannya dan kembali kujilati seluruh tubuhnya. Entah itu dilakukan karena merasa risih dengan rambutnya yang tergerai sebahu atau memang sengaja ingin menggodaku.“Wooww seksi sekali kamu mbak…” teriakan hatiku yang memicu kontolku kembali berkedut seolah masih bergejolak mencari kenikmatan.Aku tak kuasa menahan nafsuku yang mulai bangkit kembali. Semula rasa haru yang memenuhi suasana itu perlahan berubah menjadi nafsu dengan keadaan itu.“Percuma juga kalo dijawab mas, toh bagaimanapun mbak juga harus pergi, walopun mbak senang dan betah kerja disini sama mas Adam, mas Adam baik dan ga pernah marah …” terangnya.“Kalo aku masih mau




















