“Nama kamu bagus..,” aku memuji hanya sekedar berbasa-basi saja. Bokepindo Aku benar-benar kewalahan dikeroyok lima orang pria yang sudah seperti kerasukan setan. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Uwak sudah menciumi wajah serta leherku dengan hembusan napasnya yang keras dan memburu. Malas kalau naik kendaraan umum..” katanya beralasan,”Kamu sendiri..?” sambungnya. Soalnya rumahku kan cukup jauh. Karena kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba sekali, sehingga aku tidak sempat lagi menyadari.“Aku dulu.., aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini..” kata Uwak tiba-tiba sambil melepaskan bajunya. Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tetapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku.




















