Iya, sudah jauh lebih baik” kata saya dengan tersenyum. Bokepindo Si suster dengan cekatan membuka baju dan celana tidur saya. Kontol saya langsung digenggam. Saya wanti-wanti mereka untuk tidak memberitahu kakak atau saudara saya karena tidak mau diganggu selama diopname.SelasaJam 5:45 pintu kamar saya terbuka, seseorang membawa sarapan disusul oleh seorang pria yang membawa kotak putih, rupanya ia perlu mengambil darah saya untuk dibawa ke lab. Jam 8, dokter datang untuk memeriksa kondisi saya kemudian saya melanjutkan tidur.RabuRutinitas pagi hari kembali terulang, sarapan diantar lalu datang si pria yang meminta darah saya (udah kayak drakula minta darah) dan kembali suster Mia datang untuk memandikan saya.Kepala saya masih sakit walaupun tidak separah kemarin dan badah masih hangat. Mia menggelinjang kegelian. Sesekali saya membuka mata, saya perhatikan si suster bernama Mia (bukan nama asli).




















