AAHHHH….“Oh wan…wan…mbak keluar lagi”, mbak Dewi mencengkram punggungku. Bokep hijab Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Padahal boleh dibilang aku ini bukan orang yang jelek-jelek amat.Para gadis sering histeris ketika melihat aku beraksi dibidang olahraga, seperti basket, lari dan sebagainya. Sesak hingga aku tak bisa berpikir lagi mbak, rasanya sakit sekali ketika aku harus membohongi diri kalau aku cinta ama mbak”, kataku.“Wan, aku ini bibimu”, katanya.“Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah berbohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya dari belakang.Lama kami terdiam. Ia benar-benar cantik.“Bagaimana wan?”, tanyanya.“Cantik mbak, Superb!!”, kataku sambil mengacungkan jempol.Ia tiba-tiba berlari dan memelukku.




















