Wanita itu memang betul-betul liar, pikirku. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. Bokepindo Kutengok Linda masih tertidur pulas menghadap ke dinding. Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. Aku menjadi terpejam-pejam menahan rasa yang sulit diredam. Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. “Hehh.. Tak lama kemudian kami mengakhiri pembicaraan itu, setelah sebelumnya Linda menegurku, dengan suara bernada keras. Pikiranku menjadi kacau. Tubuhnya yang putih montok hanya ditutupi oleh selembar kain katun berwarna biru langit yang tipis.Aku segera masuk ke kamar mandi yang masih terletak di dalam ruangan. Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar mandi. kamu sudah bangun?” kudengar suara Linda di ujung sana.




















