Masuk angin?, ia mengangguk lemah. Bokepindo Masuk angin?, ia mengangguk lemah. Ia masih tertidur, kain kembennya sudah terikat di dada, namun agak tersingkap di bagian paha, membuat aku kembali menelan ludah. Dan entah kenapa aku tak serta merta menghentikan kerokan, seolah-olah ingin lebih lama menikmati pemandangan sensual tubuhnya. Dan tak lama kemudian kembali aku memasuki kamarnya dan menyerahkan obat,” lho..kok gak habis bu?”, tanyaku melhat bubur itu masih separuh tersisa.”Masih pahit Den’’, jawabnya. Di sebelahnya, anakku telah terbangun, tengah asyik memainkan mobilannya sambil berbaring. “Ya udah, ibu minum obat …air panas udah saya siapkan di kamr mandi”, ibu lalu meminum obat dengan perlahan…,”ibu masih pegal Den, mau istirahat lagi, ntar aja deh mandinya”, jawabnya.




















