Aku masuk ke rumah Mbah Centeng untuk yang kedua kalinya, yang terdengar hanyalah suara jangkrik karena rumah Mbah Centeng boleh dibilang jauh dari pusat keramaian. Hantu Wandi pun langsung menghilang meninggalkan aku dan Mbah Centeng.“oh gitu ceritanya,, i see”, ocehan Mbah Centeng.“gini aja dek Vina, lo mau gak telanjang?”.“hah, buat apa mbah?”.“supaya gue bisa ngangkat tuh bayi”.“di cessar aja deh mbah”.“emangnya gue dokter!! Bokep indo Tomang mengangkat kaki kiriku ke atas tinggi-tinggi. Dia elus-eluskan penisnya di belahan bibir vaginaku membuatku menjadi semakin menginginkannya dan tanpa sadar aku berkata.“ayoo,,cepeet Wan,,gue udaahh gaakkk taahaann”. Malam harinya aku langsung memacu mobilku ke tempat praktek dukun itu yang bertempat di jl. Wandi mendekatiku dan mulai mengelus-elus bahuku dan pipiku, tangan Wandi mulai merayap lebih ke bawah lagi sehingga kini kedua tangannya memegang kedua buah payudaraku dengan mantap.




















