Silau, ruangan yang tadinya gelap gulita kini terang benderang. Luzia masih menikmati permainan bibirnya dan Rysh, ia menukar ludah dan menggigit pelan bagian bawah bibir Rysh. Bokepindohijab Ia bergerak gelisah, “aku tak tahan lagi, aku mohon.” Luzia bersikap manja, ia sampai beberapa kali menelan ludah dengan kasar.Rysh maju, ia menyodorkan kejantannya ke arah bibir Luzia, meminta gadisnya untuk segera mengulum dan memanjakan benda tumpul tersebut.Melihat tingkah Rysh, Luzia menjulurkan lidahnya, ia menyentuh ujung kejantanan Rysh dan menjilatnya. Musim tern kali ini memang membunuhnya, ia menyesal karena gegabah mengambil waktu dan tidak memperhitungkan datangnya musim terkutuk itu. Gadis itu begitu menikmati, ia tak ingin berhenti dan menginginkan lebih dan lebih.,,,,,,,,,




















