Setelah membuang hajat, aku lalu masuk ke kolom rumah untuk mendengar dan melihat dari bawah perbincangan Nidar dengan teman kostku itu. Bokep indo Lantainyapun terdiri dari belahan-belahan bambu yang tingginya sekitar satu meter dari tanah, sehingga orang bisa masuk ke kolomnya. Sesekali Nidar melirik ke arahku setiap aku mencoba menggeser pantatku ke arahnya, bahkan pahaku sedikit menindis pahanya, namun ia nampaknya juga senang dan takut mengelak dariku. “Sebenarnya aku juga sangat mencintaimu Kak. Mulanya ia sama sekali terdiam, bahkan aku seolah putus harapan lagi mengira ia sudah tidur nyenyak. Bagaimana denganmu?” bisikku merapatkan bibirku ke telinganya agar ucapanku tidak kedengaran orang yang ada di belakangku. Aku nggak mau maksa loh, nanti Kak takut ketahuan atu dimarahi sama do-inya, kan berabe jadinya” kata Nidar memancingku sambil tertawa.




















