Bu Rochim pulang. Bokepindo Aku bersemu merah. Hanya itu saja. Aku mengintip dari kaca nako. Kak Tina lupa menyembunyikannya. Aku
melihat Kak Tina memegang novel dengan tangan kanannya, sedang tangan
kirinya menggosok-gosok bagian rahasia tubuhnya. Kami
terus membaca. Aku terdiam terpaku. Tampak raut wajah Kak Tina berubah. Terkadang mengelusnya,
terkadang mengusap sampai ke pangkal pahaku. Akupun makan. Aku tak punya keberanian untuk
membongkar paksa. Aku segera
pulang. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya
selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang
disembunyikannya. Kejantananku menegang. Banyak sekali, mengotori celanaku. Rupanya, kalau Pak Rochim bekerja dan
Bu Rochim ada acara Dharma Wanita, si Otong itu selalu datang.




















