Hingga suatu hari, aku masih ingat itu hari Rabu, dia menelpon ke HP-ku,“Mas, aku pengen ngobrol bisa nggak, sore ini jemput aku ya?” kata Naina di telepon.“Oke, emangnya ada apa?” Tanyaku.“Yah pokoknya nanti aja deh, aku mau cerita, udah dulu ya, sampai nanti di tempat biasanya,” Naina menutup telponnya.Tepat jam 16.30 aku meninggalkan kantor, kulihat dari kejauhan Naina sudah menunggu dan sedikit melambaikan tangan kegirangan. Croot..Memeknya berdenyut-denyut menikmati aliran maniku yg hangat, sementara kurasakan batangku masih berdenyut-denyut nikmat, kubenamkan batangku dalam kehangatan memeknya yg basah. Bokep Naina masuk ke mobilku dan tersenyum.“Mas, kita jangan pulang dulu ya, aku pengen cerita banyak dan menenangkan hatiku,” kata Naina sambil menatapku.“Oke, kita jalan-jalan ke Ciater aja ya, disana kita bisa berendam air panas sambil ngobrol,” ajakku sambil terpikir ada kolam renang yg memang cukup nyaman untuk




















