Tulang-tulangku terasa lolos, lalu tubuhku terasa lemas sekali.Tante Dasha kemudian memelukku, lalu mengecup bibirku.“Gimana Sar.. Tentu saja ini membuatku makin nggak karuan, aku menggelinjang-gelinjang, mengeliat-ngeliat kesana-kemari.“Ssstthh.. Bokepindohijab kamu memang benar-benar cantik Sar..” kata Tante Dasha. Dan eh.. aahh..” eranganku terdengar lirih, dunia serasa berputar-putar, kesadaranku bagaikan terbang ke langit. Dan kebetulan suami Tante Dasha juga sedang di luar kota, karena memang suaminya sering sekali ditugaskan ke luar kota, sehingga Tante Dasha sering sendirian di rumah.Hari-hari pertama kulewati dengan ngobrol-ngobrol sambil bercanda-ria atau shopping berdua dengan Tante Dasha, sering juga kami bermain bermacam permainan seperti halma atau monopoli, karena memang Tante Dasha orangnya sangat pintar bergaul dengan siapa saja.Ketika suatu hari, sehabis makan siang, tiba-tiba Tante Dasha berkata kepadaku,“Sar..




















