Begitu aku buka pintu, aku dapati Vera sedang berdiri tersenyum sambil memegang kue dan tiga lilin menyala diatasnya. Vera tidak berhenti melenguh sambil menoleh kekanan dan kekiri. Bokepindo Sebentar ya…Tiba-tiba terasa sesuatu begitu lembut dan hangat menempel di bibir aku. Setelah duduk di atas kasur aku, Vera mengeluarkan piring kertas dari dalam tasnya, dan segera memotong kue yang ia bawa. Kali ini, aku masukin biar kamu yang keenakan kayak aku tadi… Ucap aku sambil mengecup bibir Vera. Ngapain sih kamu malem-malem ke sini, ngerepotin aja…
Ya gak apa apa dong, namanya juga pacar ulang tahun, kan setahun sekali. Erangan Vera semakin jadi. Dengan cepat aku pun menutup mata karena penasaran dengan kado apa yang akan ia berikan. Sensasi yang begitu luar biasa.Setelah beberapa menit melakukan oral, Vera sedikit menaikan tubuhnya.




















