Aku pura pura tak mengerti apa yang dia ingini itu. Dengan tangan kirinya ia singkirkan kalungku kearah tengkukku lalu kembali ia menyedot bukit dadaku bergantian kiri kanan.Berbagai rasa kembali menderaku. Bokepindo Kekuatiranku amat beralasan sebab dia semakin mau mengikuti kemana Bang Roji pergi dan selalu nangis minta ikut hingga Mpok Esih pun kelabakan jika kemauannya tak dituruti. Dengan memohon mohon ia minta agar aku mau memaafkannya. Sedang bang Roji masih belum apa apa. Aku lihat Bang Roji,masih sibuk mematikan TV lalu mengecek kontak listrik yang berada di luar rumah, siapa tahu ada yang koslet katanya. Namun aku tidak terlalu takut sebab,aku tahu itu hanyalah orang iseng dan tak bermoral.




















