Nampaknya Bu Tadi menghayati betul bahwa Nia, anaknya yang cantik itu bikinan kami berdua.“Pak Tadi sedang kemana sih maa”, tanyaku.“Sedang mengikuti piknik karyawan ke Pangandaran. Bokepindo ngomong-ngomong Bu Tadi sudah berkeluarga sekitar 3 tahun kok belum diberi momongan yaa”, kataku hati-hati.“Ya, itulah Dik Budi. Kamu tahu, mustinya secara fisik, kami tidak ada masalah. Kami tidak membisu lagi, kami ngomong, ngomong apa saja. Kita kan nggak usah buru-buru nih. Darahku semakin berdesir-desir. Didoain? Baru disentuh saja nafsunya sudah naik. Nekad kupegang tangannya dengan tangan kiriku, sementara tangan kananku memegang setir.Di luar dugaanku, Bu Tadi balas meremas tanganku. Dia memakai daster dengan kancing yang berderet dari atas ke bawah.Kubuka kancing dasternya satu per satu mulai dari dada terus ke bawah.




















