Kak Tina lupa menyembunyikannya. Jantungku berdebar-debar. Bokepindohijab Sehingga waktunya cukup banyak untuk membaca. Kejantananku yang semakin matang
terasa mengeras, apalagi karena aku memang ingin pipis. Kamu masih kecil dan polos”, Katanya. “Mimpi apa kamu, Sapto?”. Gadis itu sedang
tidur dengan nyenyaknya. Tanpa sadar tanganku menggosok bagian kelaminku. Saya belum pernah Kak Tina ijinkan membacanya”. Kak Tina percaya. Setiap siang sepulang sekolah, sambil
mengembalakan tiga ekor sapi milik Pak Rochim, aku membaca Kho Ping
Hoo. Suatu
sensasi yang aneh. Ternyata
yang melakukannya pacar Kak Tina, seorang tukang becak yang sering
mengantarnya kalau pergi pasar. Dalam tidur aku bermimpi. Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak
pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu. Dengan tangannya Kak Tina merasakan kain
celanaku. Badanku
belumlah terlalu besar. Setelah makan, aku beristirahat di
dalam kamar.




















