Kasihan melihat gadis yang bernama Tutik itu menjadi siksaan orang tua, maka dari tu Tutuik mudah terjun ke dalam lubang hitam dijadikan langganan para hidung belang, dia tidak bisa kemana mana lagi yang penting dia bisa makan dan tidur, suatu hari Tutik ingin merubah nasibnya dengan pelayanan café, dan dia menuliskan ceritanya disini.Di suatu malam yang sangat dingin, hujan grimis mengguyur tubuh penulis yang saat itu melintas di ruas Jalan Marelan tiba-tiba tidak di sengaja terlihat seorang gadis yang menggunakan gaun tembus pandang. Bokepindohijab Satu jam penuh berenang perut mulai mulas dan terasa nyeri menahankan lapar. Nanti sakit, inikan masih hujan…!




















