Setiap hari aku kekantor kadang diantar Mas Hendarto dan kadang aku nyetir sendiri.Suatu saat aku pulang kantor dan mau kerumah, aku tanpa sengaja menyerempet sebuah sepeda yang dikemudikan oleh seorang lelaki paro baya. Beberapa saat kemudian aku di suruh berpakaian dan berbenah seperti biasa lagi. Bokep sampai2 Mas Hendarto heran akan sikapku yang berubah dingin dan gundah gulana. Besoknya aku seperti biasa diantar olehnya, dan ia tambah berani dengan meraba paha dan dadaku, tangannya aku tepiskan, namaun ia hanya senyum.Setiap hari, matanya tak luput memandangku dari ujung rambut sampai kaki. Dan memang aku sempat mencium bau tak enak saat ia berada diatas badanku. Aneh memang kenapa sejak saat Pak Ramzy bertanya kepadaku saat itu, aku merasakan adanya sensasi tersendiri dalam hatiku saat menatap matanya. waktu itu memang saya salah,, saya tergesa gesa saat




















