Ini merupakan kali kedua kami melakukannya. Bokepindohijab “Non Sabrina..”ujarnya sebelum menstarter mobil. Tak ada pemaksaan kali ini. “Oughhhh!Perett tenannnn! Dan dia harus diberi pelajaran yang setimpal atas kejahatan yang ia lakukan padaku. Suatu ketika Sabrina bangkit dari kursinya lalu berjalan menuju ke sebuah meja tempat tumpukan slip yang berada di sisi lain dari Bank itu. Huh! Ia sendiri mulai kesal dengan sikap Lidya yang sangat egois dan selalu terkesan bossy terhadapnya. Sesungguhnya nasibnya memang masih lebih beruntung dari nasib Sabrina. Aku sama sekali tak ingin tahu. Ia sempat jatuh sakit sehingga tubuhnya semakin kurus. Keceriaan telah kembali ketengah-tengah kami berdua.######################
Kesokannya, Hari senin, sepulang sekolah.Mobil mang Gimin sudah menungguku di dekat gerbang. Rasanya mustahil. serta perasaan takut kehilangan darinya.




















