Tiba-tiba aku tertawa sendiri. Bokepindohijab Buru-buru, kuserahkan kembali handphone Ogie ke suami baruku dan kutelungkupkan kedua telapak tanganku pada payudaraku, berusaha menutupi gundukan daging yang tumbuh didadaku.“Kok teteknya ditutup dek?” gausah malu-malu ah…” ujar mas Manto yang melihatku sedikit malu, langsung meletakkan handphone Ogie di lantai dan bergerak kebelakang tubuhku lalu memelukku erat. Kembali aku terhipnotis oleh senyum tenang suami tetanggaku. ”Ampun pak…ampun…” rintih Ogie berulang kali. “Buka celana dalam Ogie dek…” pinta mas Manto tenang.“Mas…apa-apaan sih…?” tanyaku dengan nada menolak, sambil mencoba menegakkan punggungku lagi. “Enak dek…?” Tanya mas manto padaku. Apa photo-photo ini kamu buat sebagai bahan untuk coli?”
Perlahan, dengan wajah yang malu-malu, Ogie menganggukkan kepalanya. Mendadak, rasa isengku yang tadi kurasakan, semakin menggebu tak tertahankan. “Mas…” potongku “biar adek aja…”
“Ogie…benar begitu? Berusia sekitar 20 tahun, berambut keriting dan berkulit kuning




















