“Maaf bu …” katanya sambil kedua tangannya mendorong paha mulus Sari hingga terbuka lebar. Mulai dari ‘bonggol kepala,’ terus sepanjang ‘batang’nya, bahkan sampai ke ‘kantung buah zakar’nya. Bokepindo Pas Minah buka dia udah nyenyak tidur. Jam sebelas kurang sudah diketuknya pintu ruang tidur utama, yaitu kamar Sari.Sari membuka pintu dan menggandeng tangan Iman. Aduh Man, aku udah. “Aduh sayang, aduh enak sekali … Ah enaknya.”Akhirnya Iman tidak tahan lagi. Hampir seperti orang kesakitan suara Sari mengerang-erang panjang. Ia yang biasanya tidak terlalu memperdulikan Iman, sekarang sering memperhatikan pemuda itu dengan lebih cermat.Beberapa kali sampai anak muda itu merasa agak rikuh. Langsung Iman menggoyangkan pinggulnya, ke kanan dan ke kiri, mundur dan maju.




















