Nanti ada yang marah? “Enggak tau, aku lagi males pulang” cemberutnya sambil terus mencubit pinggangku.Kuhentikan motorku di tepi jalan. Bokep “Kenapa, kok ngelamun” tanyaku. Aku suka dari pandangan pertama tuh” kataku ngawur.“Iiiiih, ngawur lagi deh” sergahnya sambil mulai mencubitku lagi. tanyanya sambil menatap lekat padaku. Kurebahkan diri Ika ke atas ranjang, kumainkan kedua belah payudara Ika, Ika terpejam kembali dengan mengerang perlahan… sss… sss… yang keras mas remasnya… sss…Kubungkukkan bandan, mendekat ke arah payudara Ika, ku kulum puting sebelah kiri sementara tangan kananku meremas sebelah kanan. Kugeser letak dudukku, kulirik dia, hmm lumayan juga nih cewek. “Sudahlah mbak, nggak usah dipikirin, laki-laki emang begitu” rayuku sambil tak kusadari bahwa aku juga laki-laki yang mungkin lebih berengsek dari cowoknya tadi.“Gimana kalau saya saja yang mengantar embak?” kutawari diriku untuk mengantar. “Mas Ann… ton… Ika lee.. “Iya mas, tunggu jemputan, tapi kok belum kelihatan ya” jawabnya sambil menengok kiri



















