Cerita Sebenarnya aku tidak istimewa, wajahku juga tidak terlalu tampan, tinggi dan bentuk tubuhku juga biasa-biasa saja. Bokepindo Karena kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba sekali, hingga aku tidak sempat lagi menyadari.“Aku dulu.., Aku kan yang menemukan dan membawanya ke sini”, kata Ria tiba-tiba sambil melepaskan baju kaosnya.Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Tapi entah kenapa, hari itu aku pakai baju olah raga, bahkan pakai sepatu juga.Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki. Sementara matahari sudah naik cukup tinggi. Aku hanya bisa mengeluh dan berharap gadis-gadis itu akan melepaskanku.Sungguh aku tidak menyangka sama sekali. Sementara perutku ini terus menerus menagih karena belum diisi makanan. Sudah tidak enak lagi berjalan di bawah siraman teriknya mentari. Bahkan sesekali merebahkan kepalanya dibahuku yang cukup tegap.“Eh, nama kamu siapa..?”, tanyanya, memulai pembicaraan lebih dulu.“Angga”, sahutku.“Akh.., kayak nama perempuan”, celetuknya.




















