Bahkan seharihari kami makin terbuka misalnya ditengah guyonan, kadang kadang Dek Jumali seolah mau memelukku dan bahkan sembunyisembunyi berani menciumi pipiku kalau mau pamit pulang Jakarta.Demikian pula sebaliknya Mas Jonathan seolah membiarkan kami bercengkarama kadang kadang bahkan ngompori,Ooo mbak yumu itu biar STW tapi malah tambah pulen (maksudnya memeknya) lho Dek Jumali kalau sudah begitu aku yang merah padam, tapi untungnya hanya kami bertiga.Seperti kebiasan kami, pada hari libur Sabtu Minggu kami bertiga week end di kebun kami di Tawangmangu. luar biasa!!! Bokepindo Malah akhirnya Dek Jumali mengambil inisiatif mengambil kasur dari kamar tidur untuk dihamparkan ke lantai.Akhirnya kamipun menonton TV sambil tiduran, aku dan Jumali bersandar didinding berjajar Cuma berjarak setengah meter sedang Mas Jonathan tiduran di pahaku.




















