Tante istirahat aja dulu yah.” kataku.“Ehmmm … tinggal dulu aja di sini. Bokepindo Bau wine merah sempat tercium di hidungku. Sejak saat itu aku menjadi teman seks gelap tante Ani tanpa sepengetahuan orang lain terutama ayah dan ibu. Banjir keluar tadi.” kataku.“Idihhh … mana mungkin …” bela tante Ani sambil mencubit penisku yang sudah mulai loyo.“Bernas sering-sering datang ke rumah tante aja.Nanti kita main poker lagi. Aku kini menari-nari gembira. Aku lumayan patah hati waktu itu (hampir 1.5 tahun), tapi aku masih memiliki akal sehat yang mengontrol perasaan sakit hatiku. Mataku melihat ke langit- langit apartment tante Ani. Bernas masih belon laper. Aku sempat memiliki perasaan cinta terhadap tante Ani.




















